Aqiqah Madinah – Melansir dari laman tentanganak.id, bahwa perut bayi yang mungil bisa berisi udara ternyata bisa saja mengeluarkan gas 13-21 kali dalam sehari dan biasanya ini berhubungan dengan urusan saluran cerna. 

Hal tersebut sering kita kenal sebagai perut kembung, istilah kedokterannya yaitu meteorismus. 

Kembung yaitu akumulasi udara di dalam saluran cerna anak yang bisa terjadi karena beberapa hal. Pada umumnya perut kembung pada bayi hingga usia 3 bulan merupakan hal yang normal.

Saluran pencernaan belum berfungsi dengan sempurna. Lalu apa saja ya penyebab kembung pada si Kecil? Simak penjelasannya di bawah ini

1. Banyak Menelan Udara

Bayi yang sering menangis ternyata ia akan banyak menelan udara akibat mulutnya yang selalu terbuka. Demikian pula bayiyang cara menyusuinya kurang tepat, puting yang kurang pas di mulut bayi atau dot tidak penuh dengan susu, tetapi lebih banyak berisi udara.

2. Terlalu Banyak Minum Susu (Overfeeding)

Minum susu dengan jumlah yang banyak juga dapat menyebabkan kembung karena sebagian dari susu tersebut tidak dicerna.

Ganguan penyerapan ini  diakibatkan dari fungsi enzim pencernaan yang belum sempurna, sehingga membuat kembung karena susu yang tidak dicerna tersebut turun ke usus besar yang banyak mengandung bakteri komensal.

Zat makanan tersebut akan difermentasi oleh bakteri tadi dan menghasilkan gas yang menimbulkan kembung.

3. Pertumbuhan Bakteri Berlebih dalam Usus (Bacetrial Overgrowth)

Adanya pembentukan gas yang berlebihan di dalam usus terjadi karena adanya fermentasi makanan yang tidak diserap oleh bakteri usus yang berlebihan.

Jadi, hal ini memungkinkan terjadi pada si Kecil dengan gangguan pencernaan dan penyerapan makanan, bahkan terjadinya infeksi yang menyebabkan pertumbuhan bakteri usus yang berlebihan.

Bisa pula terjadi karena mengonsumsi makanan yang flatugenik ( membentuk gas)  secara berlebihan, seperti ubi, keju, kol, sawi, dan sejenisnya.

4. Pemakaian Antibiotik Jangka Panjang

Jika si Kecil yang sedang mengalami kondisi medis sehingga mengonsumsi antibiotik jangka panjang, ini juga dapat menyebabkan bacterial growth karena tumbuhnya bakteri anaerob yang biasanya tidak mati karena jenis antibiotik tersebut.

Keadaan ini dapat diobati dengan pemberian probiotik (bakteri “baik”) untuk mengimbangi pertumbuhan bakteri “jahat” pada bacterial overgrowth. Kembung pada bacterial overgrowth lebih sering terjadi pada anak yang lebih besar, kadang disertai diare dan mulut berbau.

Selain penyebab kembung di atas, Ayah dan Bunda perlu mengetahui tanda atau gejala si Kecil yang kembung dengan menujukkan beberapa tanda berikut:

  • Gelisah, rewel, dan menangis tanpa sebab
  • Perut terlihat besar dan terasa keras
  • Beberapa kali buang angin
  • Menggeliat dan mengangkat kedua kaki

Cara Mengatasi Bayi Kembung

1. Biasakan Bayi Sendawa Setelah Menyusu

Bringkan posisi tubuh si Kecil selama beberapa menit, pijat secara perlahan dan lembut pada bagian punggungnya.

2. Lakukan Pijat Bayi

Pijat si Kecil dengan lembut pada perut mungilnya supaya membantu mengeluarkan gas. Hal ini paling tidak dapat membantu perutnya merasa lebih baik.

Gerakkan kaki bayi ke depan dan ke belakang (seperti gerakan mengayuh sepeda) saat ia telentang.

3. Pemberian Probiotik

Pemberian asupan probiotik misalnya dengan memberikan yogurt pada si Kecil yang sudah MPASI atau memberikan produk susu yang kaya akan bakteri baik tersebut.

Sumber: Halodoc

Penulis: Aisyah