Ayah Bunda tentu ingin si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan cinta kepada Allah. Namun, keinginan itu tidak cukup hanya dengan doa. Perlu ada usaha dan pembiasaan sejak dini, terutama dalam hal ibadah.

Mengajarkan disiplin ibadah kepada si kecil bukan berarti memaksa dengan keras, tetapi membimbing dengan penuh kasih sayang. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari. Jika Ayah Bunda menjaga shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan berdoa sebelum beraktivitas, maka si kecil pun akan meniru kebiasaan tersebut.

Mulailah dari hal-hal sederhana. Biasakan anak untuk ikut shalat berjamaah, meski belum sempurna gerakannya. Ajak mereka berdoa sebelum tidur, sebelum makan, dan ketika hendak bepergian. Jangan lupa berikan pujian ketika mereka mau mencoba. Dukungan kecil dari orang tua bisa membuat anak merasa dihargai dan semakin semangat.

Dalam Islam, Ayah Bunda memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan ibadah sejak dini. Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar anak dibiasakan shalat sejak usia tujuh tahun. Artinya, pembiasaan memang perlu dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran.

Yang perlu diingat, tujuan utama bukan sekadar membuat anak patuh, tetapi menanamkan rasa cinta kepada ibadah. Jangan sampai anak merasa ibadah adalah beban. Ciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan, agar mereka merasakan bahwa beribadah adalah kebutuhan, bukan keterpaksaan.

Ayah Bunda, masa kecil adalah waktu emas untuk menanamkan kebiasaan baik. Apa yang dibiasakan hari ini akan melekat hingga dewasa nanti. InsyaAllah, dengan kesabaran, keteladanan, dan doa yang terus dipanjatkan, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang disiplin dalam ibadah dan kuat imannya.

Penulis: Indra Rizki