Aqiqah Madinah – Menurut Hopkins Medicine, sembelit atau constipation adalah ketika seorang anak memiliki tinja sangat keras dan buang air besar lebih sedikit daripada biasanya. Ini terjadi karena masalah gastrointestinal yang umum.

Akan tetapi, masalah sembelit seharusnya tidak terjadi pada bayi. Karena mereka mungkin belum mengembangkan pola buang air besar. Perlu diketahui bahwa bayi yang berusia 0–6 bulan hanya boleh mendapat asupan ASI atau susu formula saja.

Bayi hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) pada usia di atas 6 bulan. Sembelit pada bayi dimungkinkan bisa terjadi karena bayi mengkonsumsi susu formula berlebihan atau mulai makan makanan padat.

Penyebab Bayi Sembelit

Ayah dan Bunda pastinya khawatir dengan keadaan bayi yang sembelit. Ketika bayi sembelit, Ayah dan Bunda disarankan untuk membawanya ke dokter agar bisa mendapatkan diagnosis penyebab bayi sembelit. Berikut ini merupakan penyebab umum mengapa bayi bisa sembelit menurut National Health Service dan Mayo Clinic:

  • Konsumsi susu berlebihan
  • Menahan keinginan untuk buang air besar
  • Tidak cukup makan makanan berserat tinggi
  • Tidak minum cukup cairan
  • Merasa tertekan atau sering diinterupsi saat latihan toilet

Akibat Bayi Sembelit

Berikut ini merupakan akibat bayi sembelit:

  • Cedera di anus karena sembelit (fisura ani)
  • Prolaps rektum, saat rektum keluar dari anus
  • Penahanan buang air besar
  • Feses terkumpul di usus besar dan rektum, kemudian bocor (encopresis)

Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi

Berikut ini merupakan cara mengatasi sembelit pada bayi:

  • Berikan cairan yang cukup

Untuk bayi 0–6 bulan pastikan untuk mengonsumsi ASI atau susu formula bayi minimal sekitar 750 ml per hari. Dengan ASI, kebutuhan si bayi untuk minum dan makan terpenuhi.  Sedangkan, apabila bayi sudah lebih 6 bulan, maka berikan si kecil cairan air yang cukup. Di usia ini juga masih menggunakan ASI sebagai sumber utama makan dan minum bayi.

  • Berikan makanan dengan serat yang tinggi

Menurut Mayo Clinic, asupan untuk anak yang lebih kecil yaitu sekitar 20 gram serat makanan sehari.

  • Buat kegiatan toilet rutin

Ambil waktu secara teratur setelah makan kemudian bawa anak ke toilet dan ajari mereka buang air besar yang benar dan tepat. Buat kegiatan in nyaman dan menyenangkan. Jika perlu, Ayah dan Bunda menyediakan pijakan kaki agar anak bisa nyaman duduk di toilet dan memiliki kekuatan yang cukup untuk mengeluarkan feses.

  • Batasi pemberian susu sapi

Susu sapi memiliki kandungan protein A1, tetapi tidak semua orang ataupun bayi bisa mencerna protein A1. Oleh sebab itu, konsumsi susu sapi atau susu formula bisa jadi hal mengapa bayi mengalami sembelit. Ayah dan Bunda dapat mengganti dengan alternatif susu sapi dengan susu kedelai.

  • Pijat bayi untuk merangsang buang air besar

Untuk buang air besar, Ayah dan Bunda dapat melakukan pijatan lembut di bawah pusar bayi selama 3–5 menit. Pijatan ini akan merangsang dan memudahkan bayi untuk buang air besar.

  • Konsultasi ke dokter

Bayi di tahun awal kehidupan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi apapun selain ASI, termasuk obat pencahar. Jadi, apabila bayi menunjukkan gejala sembelit, Ayah dan Bunda dapat langsung berkonsultasi ke dokter.

Sumber: Popmama.com

Penulis: Aisyah