Sebagai orang tua, kita sering kali ingin memberikan yang terbaik untuk menyenangkan hati anak. Memberi permen, cokelat, atau minuman manis sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang atau hadiah (reward). Namun, tahukah Ayah Bunda? Di balik rasa manisnya, konsumsi gula berlebih menyimpan risiko besar bagi kesehatan fisik dan mental si kecil.
Dalam Islam, anak adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Menjaga kesehatan anak bukan sekadar urusan medis, melainkan bagian dari ketaatan kita kepada Allah SWT untuk menjaga titipan-Nya agar tumbuh menjadi Mukmin yang sehat dan kuat.

Mengapa Gula Berlebih Berbahaya?
Secara medis, asupan gula yang melampaui batas pada anak dapat menyebabkan berbagai masalah, di antaranya kerusakan digi, risiko obesitas, gangguan fokus dan lonjakan gula darah sering kali membuat si Kecil menjadi hiperaktif namun sulit berkonsentrasi saat belajar.
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala hal, termasuk pola makan. Beliau sangat menyukai makanan manis yang alami, seperti madu dan kurma. Kuncinya adalah keseimbangan. Allah SWT berfirman:
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi…” (QS. Al-Baqarah: 168)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa makanan tidak cukup hanya “Halal”, tapi juga harus “Thayyib” (baik/sehat). Gula tambahan (sukrosa) yang berlebihan dalam makanan olahan tentu jauh dari kriteria thayyib jika dikonsumsi terus-menerus.
Tips Bijak untuk Ayah Bunda
- Ganti dengan Manis Alami: Kenalkan anak pada buah-buahan segar, kurma, atau madu sebagai pengganti camilan kemasan.
- Jadilah Teladan: Anak adalah peniru ulung. Jika Ayah Bunda membatasi minuman manis, anak akan lebih mudah mengikutinya.
- Cek Label Kemasan: Mulailah teliti membaca kandungan gula (sugar content) pada setiap jajanan yang dibelikan untuk anak.
Penutup
Seorang Muslim yang kuat lebih dicintai Allah daripada Muslim yang lemah. Dengan menjaga pola makan si kecil sejak dini, Ayah Bunda sedang mempersiapkan generasi yang sehat fisiknya, cerdas akalnya, dan bersih jiwanya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjaga amanah putra-putri kita dengan sebaik-baiknya.
Penulis: Indra Rizki